2/12/10

Random

Paska kejadian penghinaan tanpa dasar dan etika beberapa hari lalu di salah satu social account besar yang menimbulkan berbagai macam kekacauan. Saya mulai menyadari, bahwa apa yang kita inginkan tidak akan pernah sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Saya sudah berhenti menyalahkan oknum - oknum yang bersangkutan dengan membiarkan masalah ini begitu saja. Saya diam, bukan berarti saya memaafkan. Saya mungkin pada suatu saat nanti akan segera memaafkan, tapi mungkin bukan berarti melupakan. Bukan dendam, bukan. Hanya rasa kecewa yang begitu besar yang mungkin akan pulih dalam waktu yang lama.
Beberapa saat ini saya dibiasakan oleh Tuhan kehilangan benda - benda, dan hal - hal yang menjadi favorit saya selama ini. Saya mulai terbiasa dan mulai bisa bersabar dengan ini. Saya tahu ada makna dibalik ini semua, lebih dari sekedar cobaan.
Terbiasa dengan ritme hidup di Jerman, sendirian, dan serba mandiri, membuat saya semakin berpikir praktis. Saya, untungnya tidak lagi dikuasai oleh emosi sesaat. Semua saya ambil jalan paling ringkas dan paling logis dan yang paling memungkinkan. Saya percaya, proses adaptasi dengan apapun itu hasilnya selalu indah. Saya beradaptasi dengan kultur baru, gaya hidup baru, makanan, waktu, iklim, harga, semuanya baru. Saya merasa cukup berhasil selama ini. Dan dengan gangguan bertubi - tubi yang saya dapat dari tanah air, semakin membentuk saya menjadi pribadi yang sedikit banyak lebih baik daripada sebelumnya. Siapa bilang proses ini mudah? Siapa bilang apa yang telah saya lalui selama 5 bulan ini hanya enak - enakan saja? Semuanya tidaklah mudah, jelas. Apalagi masalah yang selalu datang bertubi - tubi sampai rasanya sesak nafas saya mengurusi itu semua. Tapi, apa mau dikata, bukan pun masalah itu dengan iseng sengaja datang menghampiri saya, toh saya pun berandil besar karenanya. Oleh karena itu proses hidup, atau fase hidup yang saya lalui ini penuh dengan adaptasi dan introspeksi. Saya merasa sudah bukan remaja, oleh karena itu banyak hal yang saya terlalu susun, rencanakan, matang ke depan. Dan sebagian besar rencana tersebut ternyata tidak sama sekali berjalan pada rel yang seharusnya. Jujur, this part I was gonna say, a big lost for me. Apa yang sudah saya impi - impikan hilang sudah semuanya. Butuh waktu 2 bulan buat saya untuk mengadaptasikan diri saya lagi dengan hal ini, benteng besar yang saya bangun selama dua bulan terakhir, saya rasa cukup kokoh sudah. Saya benar - benar kapok untuk jatuh lagi ke lubang yang sama. Sekarang ini saya toh tetap berencana. Tapi pun tidak muluk - muluk mengharapkan agar semuanya bisa terjadi sesuai harapan yang ada. Tidak lagi muluk - muluk. Oleh karena itu, apa yang saya rasakan sekarang, cukup ringan, mudah dan berjalan sesuai alirannya. Ditambah lagi dengan dukungan dan support penuh yang terus - terusan mengalir dari keluarga, pacar, dan sahabat.
Saya jujur kapok, dan tidak mau lagi berada diposisi yang terus - terusan berteriak dan mengkomplainkan segala hal terhadap keadaan. Saya tidak mau lagi menjadi pribadi yang terus - terusan membiarkan diri saya berada di dalam kekecewaan besar yang mungkin saya buat sendiri. Saya tahu saya berhati cukup besar dalam menerima segala perubahan drastis yang terjadi di dalam hidup saya di 2 bulan terakhir, dan saya tahu benar Tuhan sudah merencanakan semuanya yang terbaik buat saya. Saya pun tidak ngoyo lagi ingin mendapatkan segalanya yang sempurna, saya toh tidak pantas berharap banyak. Persepsi hidup sempurna saya setengah tahun yang lalu pun, sudah kandas sekarang, habis dimakan keadaan, dan masalah. Sempurna, dalam arti kata, pacar (sebelumnya) dan sahabat - sahabat yang menyayangi saya ~ yang sekarang ternyata tidak berjalan sesuai harapan yang ada. Sudahlah, saya toh sudah ikhlas. Sumpah demi Tuhan saya ikhlas. Karena saya tahu, saya akhir - akhir ini diberi banyak hadiah oleh Tuhan, segala sesuatu yang baru, segala sesuatu yang perlu proses adaptasi itu sendiri, dan segala sesuatu yang baru yang bisa menerima saya sebagai pribadi baru yang mudah - mudahan bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Just wanna share a random thought. Sometime, writing can make me feel 10000% a lot better than before. This fingers are just dancing on my keyboard, I don't have any idea how to stop them, but sometime this feels nice, really nice.

Arika, Thursday, February 11 2010.
Heidelberg, Germany.

3 comments:

nitya said...

wow.. great thought..
nice to know you Arika,
:)

ajangajeng said...

lama sekali aku ga online, dan skalinya iya, aku lsg buka blog km lho. cuma mo tau aja gmn kbr kamu.

tulisan km kali ini bikin aku ngrasa legaa bgt. lega krn km bisa ng-handle, apapun itu. dan kalo km mau tau, setiap kali aku punya masalah, km ngebantu aku utk jadi lebih kuat juga. dg hanya baca blog kamu.

serius na, ini gw ga lagi gombal.
haha. GBU!

Arika said...

@nitya : Nice to know you too :)

@ajangajeng : neng, makasi loh ya. smuanya berarti banget apa yang lo bilang ke gw, kmrn gw tau bener kalo lo sakit dll. dan gw diema aja jg bukannya gak tau, percaya ga? gw jg buka twitter yang gw cek cuma @ajangajeng doang, but to be honest, gw kemarin bener2 muak sama Twitter Facebook dll, bener2 yang udah ngerasa males banget paska insiden si cewe barunya mantan gw yang gak ada etikanya itu. tell you later on our journal.
hope your okay there.

Post a Comment

 

Template by BloggerCandy.com